Way to Paradeso [sibayak]
Dear ALL [Traveller along]
Sibuk ngantor?
Kuliah?
proyek?
STOP!!!! dan merenunglah sejenak betapa indahnya dunia luar [
dunia malam].
Kali ini blogger akan mengulas lengkap tips dan trick preparation to climb a mount.
Ada pun destinasi kita hari ini adalah Gunung Sibayak, Berastagi, Sumatera Utara.
Gunung Sibayak adalah sebuah gunung yang menghadap ke kota
Berastagi di
Sumatera Utara.
Orang Batak Karo menyebut gunung Sibayak dengan sebutuan "gunung Raja".
Gunung Sibayak merupakan gunung berapi dan meletus terakhir tahun 1881.
Gunung ini berada di sekitar 50 kilometer barat daya
Kota Medan.
sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Sibayak
Tahun
kemaren di 2014 Desember, blogger mampir sejenak untuk menikmati
paronama gunung api Sibayak. Ini adalah suatu yang waw waw waw yang
tidak terlupakan. Banyak hal yang ditambahkan dalam hidupku tentang
memiliki. Ternyata saya memiliki negara yang amat kaya. Sungguh!
Anda dapat berangkat sore untuk melihat sunrise dan pagi untuk melihat sunset, itu tergantung selerah anda.
Persiapan:
Yang harus anda siapkan pada pendakian ke gungung Sibayak adalah
- Makanan secukupnya [roti, biskuit, dll]
- Minuman
- Obat P3K
- Pakaian Tebal
- Baju GAnti
- Sepatu gunung
- Penerangan (senter & korek api)
- Jaket
- Sarung Tangan
- Topi
- jas hujan
- Kamera
- Kertas
- Alat tulis
- Kantong Plastik (untuk membalut perlengkapan)
- selimut
- Tenda( untuk pendakian lebih dari 1 hari)*
- Ransel
- Kesehatan
- Doa
Untuk pendakian satu hari anda dapat tidur di pondok2 penjajah makanan dan minuman sambil menghangatkan diri.
Di lereng gunung juga menyediakan jasa peminjaman tenda dari 50ribu sampai 100ribu perhari.
Anda juga dapat membawah termos untuk menikmati air panas di puncak gunung, biasanya penjaga kedai memberinya gratis.
Rute:
Rute yang anda harus lalui:
Route Pendakian:
Untuk
mencapai gunung ini bisa kita daki dari dua tempat yaitu; dari Desa
Raja Berneh (Semangat Gunung) dan dari kota Brastagi. Kedua-duanya bisa
dicapai dengan angkutan dari kota Medan. Dari Brastagi pendakian dimulai
dari jalan setapak yang terletak dibelakang bukit Gundaling. Akan
tetapi pendakian yang tercepat adalah dari desa Raja Berneh yang
terletak sekitar 7 km dari jalan raya Medan - Brastagi. Melewati
pemandian air panas Lau Sidebuk-debuk. Keadaan desa ini sangat heterogen
dalam beragama, dengan rumah-rumah ibadat, Katolik, Protestan dan Islam
yang saling berdampingan.
Desa
Raja Berneh ini menghasilkan sayur dam buah-buahan. Tepat di kaki
gunung ditemui sebuah sumber air panas yang merupakan juga daerah pintu
masuk jalan setapak menuju puncak.
Jalan
setapak ke puncak sangat jelas. Sepanjang jalan tidak ada ciri-ciri
khusus, hanya di pinggang gunung terdapat sebuah gua kecil yang menjorok
satu meter kedalam. Kemudian memasuki sebuah sungai kering, terus
melewati daerah hutan bambu sebelum memasuki hutan yang sebenarnya. Dari
daerah ini ada sebuah jalan rintis yang berbelok ke kanan kearah bukit
Pertektekan.
Memasuki
Daerah puncak tumbuhan mulai rendah dan mulai memasuki daerah
berkerikil dan berbatu yang tidak begitu kompak. Jalan setapak tidak
begitu jelas dan ada baiknya anda berhati-hati didaerah ini.
Selain
pemandangan di puncak yaitu kawah dan pemandangan kota medan di kaki
gunung ini juga terdapat pemandian air panas yang biasa dikunjungi oleh
para turis lokal yaitu pemandian air panas Lau sidebuk-debuk.
Selain
dua jalur yang di sebutkan diatas,ada satu lagi rute munuju puncak
gunung Sibayak. yaitu jalur 54. jalur ini terletak di kawasan tongkoh
(bakaran jagung) yang terletak di jalan raya Medan-Brastagi, rute di
jalur 54 merupakan rute yang penuh tantangan. Tanjakan yang curam
merupakan tantangan yang wajib di lewati para pendaki, selain itu hutan
nya masih sangat asri. Di jalur menuju puncak banyak di jumpai tanaman
rotan, selain itu rute ini banyak di gunakan untuk diksar anggota mapala
di Medan dan sekitarnya. Setelah melewati hutan yang rindang, maka kita
akan menjumpai daerah cadas(hampir munuju puncak). Untuk mata air,
jalur ini hanya memiliki sedikit sumber mata air. Oleh karna itu
diwajibkan untuk banyak membawa persediaan air dari kaki gunung.
Dalam
Pendakian ke gunung Sibayak kita akan melewati hutan belantara tropis
dan tebing yang penuh tantangan serta puncak gunung terdapat hamparan
dataran tempat berkemah. Dari puncak gunung terlihat kawah yang masih
aktif mengeluarkan magma dan pemandangan yang indah dan menawan. Jarak
dari Kota Berastagi ke tempat awal pendakian dari Desa Jaranguda 1,5 km
dan dari Desa Raja Berneh 15 km. Lama pendakian diperkirakan antara dua
sampai tiga jam.
Catatan :
Untuk melakukan pendakian ke gunung sibayak dapat melalui :
1. Jalur 54 dgn titik awal pendakain dari perusahaan pabrik Aqua atau penatapan jagung rebus.
2. Jalur Sibayak I, dgn titik awal pendakian berada dikaki gng Sibayak di desa Raja Berneh 15 km dari kota Brastagi.
3. Jalur Sibayak II, dgn titik awal pendakian berada dikaki gng Sibayak didesa Jaranguda 1,5 km.
sumber:
http://ceritagunung.blogspot.com/2007/08/gunung-sibayak.html
Yang
unik dan tak terlupakan dalam pendakian ialah kami harus menaiki
sumatera travel untuk sampai ke tujuan hehehehhe. Semua mata tertuju
pada anda. [Putri Indonesia]
 |
| Poto diambil di jalan mau ke Berastagi (Medan) |
 |
| Malam di Berastagi |
Kami mulai start dari gerbang pertamina , waw itu adalah perjalanan
yang paling panjang sekitar 2,5 jam, dengan suasana yang sepi, dan
menguras banyak energi....
Untuk sampai kesini anda harus membayar Rp.7000 untuk retribusi Rp.4000 ongkos angkot Rp.3000 :)
Keep smile. Surga menanti anda di atas....
DI
sekitar gerbang ada yang menjajahkan topi, sarung tangan dan kaos kaki,
syal dan lain. Anda dapat memilikinya harganya berkisar
Rp.10.000-Rp.30.000.
Hangat.
kita sampai ke lereng sekitar jam 00.00 WIB, dan akan dilanjutkan
dengan pendakian ke puncak gunung. Ready the Sunrise Hunter????
Anda dapat memasang tenda sendiri atrau menginap di pondok penyedia makanan dan minuman sambil berapi unggun ria***.
COBA lah untuk tidur dan mengisi energi anda dengan segelas TEH atau makanan.
 |
| Subuh |
Jam 04.00 Kami mulai gerak menuju puncak dan mencapai puncak Sibayak sekitar 30 menit...
Sepertinya
Sunrise huntingnya tak mencapai hasil yang diinginkan sebab ditutupi
oleh awan tebal, sebab malam harinya kami diguyur hujan. Hehehehehe
Nikmati
lah panorama sekitar, jelajahi lah puncak sibayaknya. Cobalah untuk
beramatama dengan para pendaki lainnya dan berbagi pengalaman dengan
mereka dan jangan jemu2 bertanya. Semua orang senang membantu.
Untuk kepulangan anda, jangan lupa ucapkan salam bagi para sobat gunung disekitar puncak dan lereng. Nikmatilah liburan anda.
Tips
- Datanglah pada hari yang cukup cerah untuk melihat sunrise gunakan accuweather untuk melihat ramalan cuaca.
- Mendakilah dengan rombongan yang lain, jika anda pemulah jangan jemu2 meminta petunjuk dan panduan dari sobat gunung lainnya.
- Carilah lebih banyak teman dalam pendaikan anda.
- Jagalah kebersihan alam sekitar, Buanglah Sampah pada Tempatnya, tersedia tempat sampah di lereng gunung.
- Mintahlah bantuan para guide jika diperlukan.
Perhatian untuk buang air dikenakan Rp. 1000 untuk air kecil dan Rp.2000 air besar di Toilet Umum sekitar lereng.
Jangan mencoba meminum air yang mengalir di sekitar lereng, tinggi sulfur.
Budged untuk biaya ongkos pp+makanan+retribusi berkisar Rp.100000- Rp.150.000
Pasar Buah anda dapat berkunjung di pasar Buah segar di pusat kota berastagi
Sekian . Selamat Mendaki